Tentang Berbagi..

Aku tak suka akhir pekan, sejak dulu. Entah kenapa akhir pekan seringkali hanya menghadirkan sunyi di hati.  Keriuhan dunia malam, atau gelak tawa di pusat-pusat perbelanjaan, tak bisa menyembunyikan kesepian yang menggerogoti hati. Mata yang tersaput kabut, menatap nelangsa manusia-manusia yang lalu lalang dengan berpasang-pasangan. Kapan ya aku bisa seperti mereka, memasuki mal  dengan tangannya dalam genggaman, atau pinggang ini dalam rengkuhannya, dan senyum yang mengembang bahagia ?

Bertahun kulalui dengan kesepian di akhir pekan. Tahun berganti, status kekasih gelap masih kusandang, meski kuharap tak kan lama lagi. Akhir pekan masih bukan untukku. Aku masih harus berbagi.  Aku masih harus bersabar. Aku masih harus menahan hasrat untuk bersama dengan kekasih tercinta di akhir pekan. Karena dia bukan milikku semata. Aku harus berbagi dengan banyak pihak. Namaku hanyalah ada di urutan kesekian setelah sekian nama itu.

‘You’re not in the picture yet,” begitu katanya. Ya, akhir pekan adalah milik anak-anak dan ibu suri. Kekasihku masih rutin pulang ke rumah itu di akhir pekan. Menginap semalam dua malam bersama mereka. Berkumpul kembali dengan anak-anak dan ibu suri, dan masih  melakukan aktivitas bersama layaknya sebuah keluarga utuh.Kecuali pergi ke gereja bersama, katanya. Mereka juga masih belanja keperluan rumah dan anak-anak sama-sama. Berlibur dan bermain bersama seperti keluarga-keluarga yang bahagia pada umumnya. Tak sadar aku harus menekan dada yang mendadak sesak setiap dia bercerita mengenai hal ini. Ah.. Aku cemburu rupanya.

Akhir pekan memang selalu kelabu untukku, entah sampai kapan. “Soon proses legal ini on going, anak-anak akan bersama kita, aku tak akan pulang ke rumah itu lagi,” begitu janjinya. Aku hanya diam. Ya, lagi-lagi aku memang harus bersabar. Dan aku tahu seharusnya aku tak membuat masa transisi ini menjadi lebih sulit untuknya, dengan menjadi perempuan pencemburu setiap dia pulang ke rumah ibu suri. Tapi ternyata aku hanya perempuan biasa yang bisa terluka karena rasa cemburu. Hmm…ternyata aku tak setabah yang kukira. 

Semakin besar rasa cinta ini, ternyata makin besar pula keengganan untuk berbagi. Tapi aku sadar aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya perempuan biasa yang datang belakangan dalam hidupnya. Aku hanya perempuan yang mencintainya, tapi mungkin masih harus berjuang keras untuk memiliki kelapangan dada. Juga kerelaan hati untuk berbagi. Serta menempatkan diri bukan sebagai manusia terpenting dalam hidupnya. Aku pun harus ikhlas setiap saat dikalahkan demi kepentingan mereka yang lebih dulu ada dalam kehidupannya. Anak-anak dan ibu suri.

Menjadi kekasih gelap mengajarkanku untuk menjadi perempuan mandiri. Berbeda dengan perempuan sah kebanyakan yang bisa didampingi pasangan setiap saat mereka membutuhkan, seorang kekasih gelap tidak. Panggilan darurat anak yang sakit atau ibu suri yang tertimpa masalah, akan membuyarkan kebersamaan yang sedang dirajut. Seorang kekasih gelap harus siap ditinggalkan dan sendiri dalam keadaan apapun. Dan itu sangat aku pahami, meskipun tidak selalu mudah untuk dijalani.

Meskipun pada saatnya aku bukan seorang kekasih gelap lagi, tapi porsi waktu dan cinta itu memang harus selalu dibagi. Aku tetap harus menjadi seorang istri yang mandiri, karena suamiku kelak adalah milik banyak orang. Tak bisa aku berharap dia akan selalu mendampingiku, bersamaku dalam segala kesempatan.

Ada anak-anak dan urusan dengan ibu suri mengenai anak-anak, yang akan selalu jadi prioritas. Panggilan atas nama anak-anak akan mengalahkan segala urusan apapun itu. Belum lagi pekerjaan yang akan selalu menyita perhatian dan waktunya. Aku dan anak-anakku kelak harus tahu diri, kami adalah manusia-manusia yang hadir belakangan dalam hidupnya. Mengalah adalah nama tengah kami. Semoga Tuhan memberkatiku kesabaran dan kekuatan lebih untuk menjalani ini semua..

One Response

  1. paling ga lo bisa lakuin apa yang ga bisa dilakuin ibu suri kaya ” kegilaan di sore hari” ya kan ? *inget hal” yang nyenengin aja, gitu aja ko mewek :)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: