<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>A Metamorphosis ...</title>
	<atom:link href="http://kekasihgelap.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kekasihgelap.wordpress.com</link>
	<description>was kekasih gelap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 04:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kekasihgelap.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>A Metamorphosis ...</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kekasihgelap.wordpress.com/osd.xml" title="A Metamorphosis ..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://kekasihgelap.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Palu itu nyaris diketuk..</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/08/26/palu-itu-nyaris-diketuk/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/08/26/palu-itu-nyaris-diketuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[reality bites]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Palu itu harusnya diketuk kemarin. Tapi mendadak diundur seminggu lagi, karena sang Hakim harus mengikuti pelatihan di luar kota. Rupanya Tuhan sedang ingin membuatku deg-degan semakin lama. Tiba-tiba pula si bungsu sakit dan harus operasi. Mereka pun &#8220;terpaksa&#8221; harus akur kembali dan bersama-sama mengurusi si bungsu hingga tuntas pengobatannya. Aku pun semakin dagdigdug. Biasanya kebersamaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=73&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Palu itu harusnya diketuk kemarin. Tapi mendadak diundur seminggu lagi, karena sang Hakim harus mengikuti pelatihan di luar kota. Rupanya Tuhan sedang ingin membuatku deg-degan semakin lama.</p>
<p>Tiba-tiba pula si bungsu sakit dan harus operasi. Mereka pun &#8220;terpaksa&#8221; harus akur kembali dan bersama-sama mengurusi si bungsu hingga tuntas pengobatannya. Aku pun semakin dagdigdug. Biasanya kebersamaan di saat-saat sulit kembali meretaskan rasa. Kedekatan yang pernah lekat, suka duka yang telah dilalui selama satu dekade pun bisa menyeruak memenuhi sudut-sudut ruang kenangan.</p>
<p>Mungkin ini hanya pikiran resahku saja. Semoga..</p>
<p>Tapi aku sudah menyerahkan hidupku pada-Nya. Biarlah Dia yang menentukannya untukku. Akankah kami ditakdirkan untuk bersama, ataukah mereka akan kembali bersatu demi anak-anak.. Tuhanku, aku hanya ingin yang terbaik untuk hidupku. Dan aku yakin hanya Engkaulah yang tahu jawabnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=73&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/08/26/palu-itu-nyaris-diketuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidupku sekarang..</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/08/11/hidupku-sekarang/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/08/11/hidupku-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 02:11:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[love of my life]]></category>
		<category><![CDATA[reality bites]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Minggu siang di sebuah resto makanan Jepang favorit, sahabatku yang cantik berbagi kisah mengenai kehebohan baru di kantornya. &#8221; Orang sekantor kompakan ngejodoin gue sama kolega yang duda udah punya cucu,&#8221; katanya. Si Mbak yang berusia 35 tahun ini memang sudah sering dicomblangin sana sini oleh teman-temannya. Maklum posisi bagus di kantor, wajah cantik, cerdas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=69&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Minggu siang di sebuah resto makanan Jepang favorit, sahabatku yang cantik berbagi kisah mengenai kehebohan baru di kantornya. &#8221; Orang sekantor kompakan <em>ngejodoin</em> gue sama kolega yang duda udah punya cucu,&#8221; katanya. Si Mbak yang berusia 35 tahun ini memang sudah sering dicomblangin sana sini oleh teman-temannya. Maklum posisi bagus di kantor, wajah cantik, cerdas pula, tapi rupanya urusan jodoh emang rada seret. Berulangkali dia mencoba berelasi dengan lelaki dari berbagai usia, lajang maupun duda, tapi jarang yang berlangsung lama. Ada saja kisahnya yang seringkali membuat hatiku miris.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tapi baru kali ini upaya perjodohan yang cukup membuatnya mati gaya di kantor. Bukan saja karena sampai sang direktur turun tangan memberi restu, tapi karena si kandidat yang sedang dijodohkan dengannya terpaut usia yang cukup jauh, bahkan sudah berstatus kakek. &#8221; Gak tua-tua amat sih, baru 50, tapi emang nikah muda jadi udah punya cucu satu orang, &#8221; kisah si Mbak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sahabatku sendiri sebetulnya tak keberatan dengan beda usia 15 tahun, status duda cerai plus kakek yang disandang sang kandidat. Hal yang membuatnya jengah hanyalah peran rekan-rekan sekantor serta atasannya di kantor lah yang dinilainya malah membuat si kakek dandy itu juga jadi salah tingkah ketika berhadapan dengannya. Walhasil tak ada pergerakan yang berarti untuk sebuah upaya pendekatan yang sudah dilakukannya hingga hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Berulangkali si Mbak bertanya pendapatku mengenai perjodohan ini, karena rupanya selain yang getol menjodohkan, beberapa pihak pun menyatakan keberatannya pada sahabatku itu bila harus menjadi istri si duda. Sama sepertiku, masih banyak orang yang menyayangkan bila seorang perempuan single seperti kami memilih laki-laki berstatus duda memiliki anak sebagai suami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8216;&#8221;Udahlah Mbak, gak usah dengerin pendapat orang, yang menjalani kan kita. Mereka gak pernah tau betapa sulitnya bagi perempuan-perempuan seperti kita untuk mencari seorang laki-laki yang memiliki chemistry yang sama, wawasan berpikir yang luas dan memberikan kenyamanan. They have no idea how hard we tried. Soal usia dan status itu hanyalah embel-embel, toh memilih seorang lelaki lajang pun bukan berarti bebas masalah, &#8221; ujarku berusaha membesarkan hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tapi memang harus kuakui bersama dengan seorang duda memang tak mudah.Butuh kebesaran hati, kelapangan dada, dan kesabaran ekstra untuk berelasi dengan seorang duda beranak dua dengan mantan istri yang akan selalu berebut perhatian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seandainya bisa mendikte Tuhan, aku pun akan meminta seorang laki-laki seperti kekasihku ini hanya saja dengan status masih lajang. Tapi logika dan hati memang seringkali tidak klop. Ketika hati bertaut dan logika harus dipaksa berkompromi, maka itu adalah sebuah keputusan yang kuambil dengan sadar. Hati ini sudah lelah mencari, tubuh ini sudah letih berjalan. Ingin kusandarkan kepala dalam dekapan hangat yang membuatku merasakan aman. Dan itu kutemukan pada dirinya, yang sayangnya sudah tak lajang lagi. Mungkin kematangan dan perjalanan hidup yang lebih panjang itulah yang membuatnya menjadi lelaki dewasa yang sanggup memberikan ketenangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sebuah pergulatan panjang harus kulalui dan kuyakin tak akan pernah selesai. Aku sangat terharu atas komentar Bunda yang menyatakan kekagumannya atas keikhlasanku menerima takdir ini. Terima kasih Bunda atas apresiasinya, silahkan bila ingin melink-kan blog ini. Sejujurnya Bunda, aku masih berjuang untuk menjadi ikhlas sepenuhnya. Tulus menerima dirinya dengan sederet embel-embel yang tak akan pernah lepas seumur hidupnya, anak-anak dan mantan istri yang akan terus menghantui setiap langkah kami nantinya. Tak mudah meski bukan berarti tak bisa. Toh ada jutaan perempuan diluar sana yang menjalani takdir seperti ini dan mereka bisa melaluinya, kenapa aku tidak. Hanya memang diperlukan, ketabahan lebih dan kekuatan untuk mengelola emosi yang seringkali naik turun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Aku juga tak luput dari rasa cemburu, ketika kekasihku sedang menghabiskan akhir pekan bersama anak-anak di rumah ibu suri misalnya, atau ketika mengintip friendsternya menyaksikan sederet foto perempuan yang terpajang disana,pose berdua di berbagai negara ataupun wajah-wajah perempuan yang tak kukenal terpajang sendirian dengan pose-pose cantiknya. Sedangkan fotoku hanya terpajang satu, itupun bersama rekan-rekan sekantor. Sesak sekali rasanya, menggelegak ingin marah. Tapi apa mau dikata, hingga saat ini aku memang belum dibolehkan tampil ke publik secara terbuka sebagai kekasihnya. Siapa aku mau ngatur-ngatur foto siapa yang mau dipajang di friendster nya ? Aku hanya si perempuan tanpa wajah yang (sementara) hanya boleh membisu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Cemburu lain menghinggapiku rutin seminggu sekali tiap akhir pekan. ketika kekasihku sedang menghabiskan akhir pekan bersama anak-anak di rumah ibu suri. Aku tak pernah sekalipun menghalanginya untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak. Namanya ayah terhadap anak-anak,apalagi masih balita yang sedang lucu-lucunya, rasa rindu itu tentu tak terbendung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Bila dulu bisa bertemu tiap hari meskipun sekejap di malam atau pagi hari, sekarang hanya seminggu sekali, tentulah menyiksa. Aku pun tak tega bila melihat matanya berkaca-kaca ketika bercerita tentang ulah si bungsu ataupun si cikal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tapi hati ini selalu resah bila akhir pekan tiba, dan dia berpamitan padaku untuk mengunjungi anak-anak dan si ibu. Membayangkan mereka bersama-sama di rumah yang dulu mereka tinggali bersama, bermain bersama anak-anak, dan lebih menyayat hati bila dia memutuskan untuk menginap disana, dengan alasan si bungsu ingin tidur sama papanya. Meskipun aku percaya pada kejujurannya, tapi rasa cemburu itu seringkali tak bisa dicegah. &#8221; Si bungsu apa ibunya yang minta tidur sama kamu,&#8221; pikiran jail seperti itu tak lepas dari kepala dan ujung-ujungnya membuat hati gundah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Berbeda bila si ibu sedang berada di luar kota atau di luar negeri, aku malah mendorongnya untuk bersama anak-anak sesering mungkin.. Menemani anak-anak selama berhari-hari di rumah itu pun malah sangat kudukung, karena aku paham betapa berharganya waktu kebersamaan mereka. Dan aku pun merasa tenang tentram tanpa cemburu, karena tahu hanya anak-anak dan papanya saja yang ada di rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Aku ingat dia pernah berjanji bahwa segera proses persidangan dimulai, dia tak akan menginap lagi di rumah itu. Memang sudah mulai terlihat ada perubahan pola, tapi menghabiskan akhir pekan disana rupanya masih belum bisa benar-benar diterapkan sesuai komitmen. Aku paham bahwa ada sebuah proses yang harus dilalui secara bertahap, sehingga tak bisa langsung segera berubah dengan drastis. Tapi dia pun seringkali mulai nampak defensif ketika aku menyinggung hal ini. Akhirnya aku memilih untuk diam, biarkan saja waktu yang menjawabnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Aku pun mencoba bersikap fair, dengan menghargai upayanya untuk membuat batasan-batasan baru yang cukup tegas pada si ibu. Seperti sikapnya yang menolak untuk pergi berlibur bersama ke Bali pada masa liburan anak sekolah kemarin yang sudah diatur sedemikian rupa oleh si ibu untuk pergi bersama-sama seperti layaknya sebuah keluarga utuh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seandainya dia memilih untuk mengiyakan dan ikut serta berlibur bersama mereka, tentu aku pun akan berpikir ulang mengenai banyak hal. Karena itu akan menjadi cerminan bagaimana nanti rumah tangga kami akan dibina. Dimana posisiku akan diletakkan. Dan sejauh mana dia menghargai perasaan dan keberadaanku dalam hidupnya, serta menempatkan relasi kami dalam skala prioritas hidupnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Saat ini aku hanya bersikap sebagai observer yang pasif, dan hanya mencatat dalam hati setiap perkataan dan sikapnya tehadap suatu peristiwa yang berkaitan dengan anak-anak dan si ibu. Selama palu hakim belum diketuk, aku memang masih belum punya hak suara secara utuh. Hukum masih mengikat mereka sebagai suami istri, yang tentu saja akan menegasikan pendapatku sebagai seorang perempuan tanpa status.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Proses persidangan memang sudah hampir memasuki babak akhir. Saat ini sudah sampai pada kesimpulan dan keputusan hakim akan disampaikan dalam sidang dua minggu mendatang. Aku hanya berharap semoga semua seperti yang telah direncanakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kasihan dia yang sudah begitu lelah, terkuras energi dan emosinya melalui proses yang menyakitkan ini. Untunglah ada si pengacara yang membuatnya tak harus selalu hadir di persidangan yang berlangsung hampir tiap<span> </span>minggu itu. Ganjalan memang terasa karena kebetulan hakim yang menangani perkara mereka adalah seorang anggota majelis gereja yang pada sidang awal sudah mengultimatum penggugat dan tergugat bahwa dirinya akan mempersulit proses perceraian ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mungkin sebagai pemuka agama dirinya merasa terpanggil untuk mempertahankan tali pernikahan yang suci dimata Tuhan ini untuk tetap bersatu. Tapi bila kedua belah pihak telah berpaling dan tak ingin dipersatukan lagi, apakah hakim bisa memaksa sepasang manusia yang telah tak sejalan ini untuk terus bersama ? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mudah-mudahan dengan semua fakta tentang perselingkuhan si ibu yang disampaikan oleh saksi-saksi di pengadilan cukup membukakan mata hakim bahwa palu nya harus diketuk untuk melepaskan kedua anak manusia ini menjalani kehidupan barunya masing-masing.Semoga drama berbabak-babak ini akan segera berakhir bahagia.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=69&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/08/11/hidupku-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat untukmu, aku kapan ya ?</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/06/30/selamat-untukmu-aku-kapan-ya/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/06/30/selamat-untukmu-aku-kapan-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 05:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Minggu pagi di sebuah masjid di seputar Senayan. Ini pernikahan ketiga bulan ini yang kuhadiri. Setiap minggu teman perempuanku menikah satu demi satu. Menyaksikan teman-teman yang (pernah) senasib berjuang mencari cinta di usia 30an itu,akhirnya berlabuh bersama lelaki pilihan mereka masing-masing sungguh membuatku terharu.   Teman yang pernikahannya kuhadiri hari ini, akhirnya memilih adik kelasnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=64&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Minggu pagi di sebuah masjid di seputar Senayan. Ini pernikahan ketiga bulan ini yang kuhadiri. Setiap minggu teman perempuanku menikah satu demi satu. Menyaksikan teman-teman yang (pernah) senasib berjuang <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">mencari cinta</span> di usia 30an itu,akhirnya berlabuh bersama lelaki pilihan mereka masing-masing sungguh membuatku terharu.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Teman yang pernikahannya kuhadiri <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">hari ini</span>, akhirnya memilih adik kelasnya semasa kuliah untuk menjadi suami. Perjuangan yang alot untuk mendapatkan restu sang bunda selama setahun terakhir ini akhirnya berakhir hari ini. Aku berbahagia untuknya.</div>
<div style="text-align:justify;">Perempuan keturunan Arab, biasanya &#8220;harus&#8221; menikah dengan laki-laki keturunan Arab juga, itupun seringkali melalui mekanisme perjodohan yang diatur para tetua.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Hal itulah yang membuat temanku harus berjuang keras,karena sang adik kelas bukan keturunan Arab, kurang ganteng dan kurang kaya harta menurut ukuran ibunya. Tapi bila hati sudah bertaut, chemistry sudah melekat, apapun harus dilakukan untuk bersatu.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Tangisan, pertengkaran, dan perdebatan yang menyesakkan dengan sang bunda mewarnai hari-hari perjuangan temanku itu. Rencana pernikahan sempat nyaris batal. Aku hanya bisa menjadi pendengar setia untuk setiap curahan hatinya. Ikut deg-degan menyaksikan setiap scene dalam kisah percintaan dua anak manusia berbeda ras ini.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Perjuangan itu berakhir hari ini,ketika ijab kabul terlaksana. Mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Ikatan yang mereka ingin bangun bersama. Perjuangan baru pun dimulai,untuk mempertahankan mahligai ini sepanjang hayat, dan mengisinya dengan hari-hari penuh cinta dan kasih.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Aku turut bahagia untuk mereka.Mataku berkaca-kaca melihat mereka tersenyum di pelaminan. Teringat hari-hari penuh tangis dan pergulatan untuk menjaga asa itu tetap hidup.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Terselip tanya di hatiku. Kapankah senyum bahagia itu menjadi milikku ?</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=64&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/06/30/selamat-untukmu-aku-kapan-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar ya sayang..</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/06/25/sabar-ya-sayang/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/06/25/sabar-ya-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 19:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[love of my life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Lama sekali gak nulis disini lagi. Sebulan lebih kalau dilihat posting terakhirku. Hidupku lagi chaos memang. Naik turun, dengan gejolak emosi yang juga seperti roller coaster. Sidang pertama &#8220;mereka&#8221; sudah sebulan lalu. Seperti biasa, hakim menyarankan mereka untuk berdamai dan rujuk. Upaya mediasi pun dilakukan. Proses yang sungguh membuatku kasihan padanya. Karena seperti kaset usang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=58&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Lama sekali gak nulis disini lagi. Sebulan lebih kalau dilihat posting terakhirku. Hidupku lagi chaos memang. Naik turun, dengan gejolak emosi yang juga seperti roller coaster. Sidang pertama &#8220;mereka&#8221; sudah sebulan lalu. Seperti biasa, hakim menyarankan mereka untuk berdamai dan rujuk. Upaya mediasi pun dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses yang sungguh membuatku kasihan padanya. Karena seperti kaset usang yang diputar ulang, dia harus membeberkan lagi dari A-Z kronologi kisruh rumah tangga mereka hingga sampai pada diajukannya gugatan. Melelahkan dan menguras emosinya. Semoga itu yang terakhir kalinya dia harus melakukan itu. Tak tega aku mendengarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sidang kedua akan dilakukan minggu depan. Tak harus hadir, karena sudah ada pengacara yang mewakilinya. Menurut pengacaranya, kemungkinan bulan Agustus sudah bisa selesai persidangan ini. Tentunya dengan ketok palu dari hakim yang memutuskan mereka resmi bercerai. Semoga saja tidak molor. Hanya aku belum tahu berapa lama surat cerai itu akan keluar dari catatan sipil setelah sidang memutuskan. I need the paper immediately to go to the next step, mengurus persiapan pernikahan ke gerejaku di Jogja.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan pindah kantor. Setelah bingung menentukan langkah akan kemana, akhirnya ada sebuah kantor baru dimana sahabat-sahabat lama bergabung yang menarikku untuk turut serta. Rasanya keputusan meninggalkan kantor lama sudah bulat. Kami butuh hidup baru. Dan lembaran baru ini dimulai dengan pekerjaan baru, sebelum status baru sebagai suami istri. Kekasihku pun sedang dalam proses interview dengan salah satu perusahaan multinasional. Mudah-mudahan dia pun segera mendapatkan tempat barunya. Berulangkali kubilang padanya, aku lebih suka serumah dengannya daripada sekantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum pindah ke kantor baru, aku ingin menghabiskan cuti tahunanku yang lama belum kuambil. Hari-hari ini merupakan saat-saat terakhirku di kantor yang sarat kenangan di tiap sudutnya itu. Minggu depan saat sidang keduanya berlangsung, aku sudah terbang ke Amerika sana, mengunjungi keluarga kakakku yang bermukim di New York. Biarlah kusisakan ruang extra untuknya menyelesaikan semua persoalan ini. Berharap pada saat kukembali nanti, palu hakim itu sudah resmi membebaskannya dari ikatan pernikahan yang sudah rapuh itu. Dan kami bisa segera melangkah membangun babak baru hidup kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak sabar rasanya untuk menemukannya disampingku ketika mata terbuka untuk pertama kalinya di pagi hari, setelah memeluknya sepanjang malam. Bercinta dengannya kapan pun upik mau. Menggoda si bobo dengan sebutan kesukaanku, my loly bobo. Merawatnya ketika dia sakit. Membuatkan kopinya tiap pagi, dan menyaksikan tubuh yang berkulit putih itu dibawah segarnya pancuran air setiap hari. </p>
<p style="text-align:justify;">Seringkali aku protes ketika dia mengantarku pulang setiap habis kami kencan. &#8220;Aku gak mau pulang,&#8221; rengekku persis gadis remaja. Rasanya ingin sekali kami bisa segera pulang ke rumah yang sama. Menyaksikannya tertidur lelap di sebelahku dalam damai. Menciumnya selamat malam, dan selamat pagi. Biasanya dia hanya tersenyum menanggapiku,&#8221;Sabar ya Sayang,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Iya ya, sabar ya ..sedikit lagi kok, udah mau sampe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=58&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/06/25/sabar-ya-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I dont know what to say, but I&#8217;m here for you</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/05/16/i-dont-know-what-to-say-but-im-here-for-you/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/05/16/i-dont-know-what-to-say-but-im-here-for-you/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 10:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[love of my life]]></category>
		<category><![CDATA[reality bites]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Wajahnya kusut masai ketika mampir ke ruanganku untuk numpang merokok seperti biasanya. Batik merah cerah yang dikenakannya tak mampu menyembunyikan kelelahan dan kegundahan hatinya. Hari ini memang membuatnya lelah secara mental. Hari yang diawali dengan sebuah momen yang tak terlupakan dan menyakitkan. Pagi tadi surat perjanjian yang menyepakati pembagian harta gono gini dan pembagian hak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=57&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Wajahnya kusut masai ketika mampir ke ruanganku untuk numpang merokok seperti biasanya. Batik merah cerah yang dikenakannya tak mampu menyembunyikan kelelahan dan kegundahan hatinya. Hari ini memang membuatnya lelah secara mental. Hari yang diawali dengan sebuah momen yang tak terlupakan dan menyakitkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi tadi surat perjanjian yang menyepakati pembagian harta gono gini dan pembagian hak asuh anak, akhirnya ditandatangani oleh kekasihku dan ibu suri. Proses panjang yang menguras energi dan emosi. Bolak-balik untuk merevisi banyak hal, hingga akhirnya dicapai sebuah kesepakatan oleh kedua belah pihak mengenai hal yang krusial dari sebuah perceraian. <span id="more-57"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tadi mata ibu suri berkaca-kaca pas nandatangani surat bermeterai itu,&#8221; katanya padaku barusan. Ya, pastilah. Siapapun yang harus mengalaminya pasti melakukannya dengan hati hancur. Meskipun itu adalah hasil dari sebuah pilihan yang telah diambilnya dengan sadar. Bagaimanapun ada sebuah sejarah kebersamaan yang cukup panjang diantara mereka, dengan dua orang anak sebagai bukti bahwa mereka pernah saling mencintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pun yang mendengarnya ikut sedih. Sesak rasanya membayangkan aku berada dalam situasi itu. Menandatangani sebuah surat yang menandai sebuah perpisahan. Bagaimanapun itu adalah bukti berakhirnya sebuah kesepakatan sepasang suami istri untuk hidup bersama. Meskipun itu terjadi atas kehendakku sendiri, tapi tetap saja menyakitkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah itu tak bisa dihapus begitu saja. Melekat erat dan terikat kuat di ingatan. Tergores di hati dan tergenggam dalam kenangan. Tawa canda, peluh, tangis, dan kehangatan itu pernah ada disana, bahkan mungkin masih terasa hingga kini. Tersisa di wajah anak-anak yang rindu pelukan sayang ayahnya. Terdengar dalam rengekan mereka yang minta ditemani tidur atau bermain.  Dan celotehan riang mereka yang minta diajak ke Time Zone.</p>
<p style="text-align:justify;">Fase terberat pun belum lagi dilalui, sidang pertama dan duduk bersama memberitahu anak-anak mengenai perpisahan ayah ibunya. Hari-hari berat yang siap menghadang di depan sana menanti untuk dilalui. Aku selalu mengatakan padanya, taking each day. Satu demi satu. Kalau dijejalkan sekaligus ke kepala dan hati, siapapun akan muntah dan terkapar. Ketika kita tidak bisa membuatnya menjadi lebih ringan, minimal kita mengunyahnya satu persatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya ingin memeluknya, untuk mengingatkan bahwa dia tidak sendirian. Mendengar rintihannya, menyesap kepahitan dari bibirnya. Ketika aku tak bisa membantu meringankan, setidaknya aku berusaha untuk membuatnya menjadi tidak lebih berat. Meskipun di dalam hati, batinku pun menangis. Menangis untuk keperihan yang sedang dirasakannya, seorang laki-laki tercinta yang aku rela melakukan apapun untuknya. Aku berharap ada tongkat ajaib yang bisa melenyapkan keperihan itu sekejap dengan hanya sederet mantra. Arrrggghhh&#8230; sayangnya ini dunia nyata, bukan dunia sihir dan sulap.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=57&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/05/16/i-dont-know-what-to-say-but-im-here-for-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berjalan dan bertahan&#8230;</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/30/berjalan-dan-bertahan/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/30/berjalan-dan-bertahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 06:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[berjalan diatas titian dibelah tujuh gamang hampa melayang tangan menggapai menerpa angin memaksa diri terus melangkah setapak demi setapak, maju terus maju kadang badai datang menyergap coba goyahkan tanah pijakan adakah aku akan kalah ? berat sungguh tapi aku harus kukuh sang jiwa telah menjatuhkan pilihan hanya berharap kekuatan untuk terus bertahan.. demi setitik asa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=55&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berjalan diatas titian dibelah tujuh</p>
<p>gamang hampa melayang</p>
<p>tangan menggapai menerpa angin</p>
<p>memaksa diri terus melangkah</p>
<p>setapak demi setapak, maju terus maju</p>
<p>kadang badai datang menyergap</p>
<p>coba goyahkan tanah pijakan</p>
<p>adakah aku akan kalah ?</p>
<p>berat sungguh tapi aku harus kukuh</p>
<p>sang jiwa telah menjatuhkan pilihan</p>
<p>hanya berharap kekuatan untuk terus bertahan..</p>
<p>demi setitik asa di ujung senja..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=55&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/30/berjalan-dan-bertahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New chapter, a metamorphosis</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/21/new-chapter-a-metamorphosis/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/21/new-chapter-a-metamorphosis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 03:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[love of my life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Perbincangan bersama Ndoro Kakung minggu lalu sungguh menginspirasiku untuk melakukan perubahan pada tampilan dan nafas blog ini. Sebelumnya aku menyampaikan keinginanku pada Ndoro, bahwa aku ingin menutup saja blog ini. Terus terang saja, lama-lama aku gerah juga dengan berbagai komentar negatif di blog ini. Kalau hanya tudingan miring terkait dengan nama blog ku dan kisah-kisah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=51&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perbincangan bersama <a href="http://ndorokakung.com" target="_blank">Ndoro Kakung </a>minggu lalu sungguh menginspirasiku untuk melakukan perubahan pada tampilan dan nafas blog ini. Sebelumnya aku menyampaikan keinginanku pada Ndoro, bahwa aku ingin menutup saja blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang saja, lama-lama aku gerah juga dengan berbagai komentar negatif di blog ini. Kalau hanya tudingan miring terkait dengan nama blog ku dan kisah-kisah yang ku posting sih nggak papa. Aku hanya ingin berbagi cerita, mau dibaca sukur nggak ya kebangetan hehehe. Nggak dink, maksudnya kalo soal suka atau ndak ya itu kan urusan selera. Ada banyak faktor yang membentuk pola pikir dan cara pandang seseorang tentang sesuatu, dan tentu saja itu juga pada akhirnya akan menentukan soal selera dan pendapat.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang konservatif dan mainstream dengan jalan hidup yang lurus dan normal-normal saja tentu saja akan memandang negatif, rendah, dan menuding betapa amoralnya manusia-manusia seperti aku. Tapi orang-orang yang lebih berpikiran terbuka, atau memang pernah mengalami kejadian-kejadian besar yang tak biasa dalam hidupnya, mungkin akan lebih toleran dan bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda terhadap kisah-kisah yang kupaparkan dan manusia-manusia yang menjalaninya sepertiku.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-51"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi komentar-komentar miring dan negatif seperti itu sudah biasa kuhadapi, jadinya gak terlalu menganggu. Justru komentar-komentar yang menuduh kisah ini fiksi, bahwa ini adalah hoax blog, dan aku memanipulasi profilku, rasanya lebih menusuk hati. Seakan-akan aku adalah manusia penipu ulung yang mengarang indah, dan berkhayal tentang sosok yang menjadi impian banyak perempuan. Judgement seperti itu rasanya lebih merendahkan ku sebagai perempuan daripada aku dicaci maki karena aku pernah menjadi kekasih gelap selama delapan tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ndorokakung, yang tentu saja tahu benar bahwa aku adalah manusia nyata bukan hoax, dan seorang sosok perempuan seperti kuceritakan dalam kisah-kisah disini, membujukku agar jangan sampai aku menutup blog ini. Berbagai argumen dan ide dikemukakannya padaku. Aku berkeras ingin menutup karena domain blog ini sudah tak sesuai lagi dengan aku sekarang. I&#8217;m not a mistress anymore. I&#8217;m a real lover and we&#8217;re planning our wedding soon his divorce things are finished.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku ingin menutup blog ini dan membuat blog baru dengan domain baru yang lebih pas untuk status baruku sekarang. Biar gak bias aja dengan domain lama tapi kok kisah-kisahnya berbeda sekarang. Dan sepertinya ada banyak pengunjung baru ke blog ini, yang hanya membaca posting-posting terakhir, dan tidak terlalu tahu bagaimana cerita sebelumnya. Dan dengan hanya membaca sepotong-sepotong itu saja kemudian aku dicap gak konsisten, mengarang kisah fiksi dan hanya mengikuti kemauan pembaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah rupanya memang banyak yang belum tahu bahwa posting-postingku tahun 2008 ini berkisah tentang kekasih baruku yang calon duda. Pembaca yang baru tak tahu bahwa awalnya blog ini dibuat karena aku menceritakan kisah-kisahku dengan kekasih lama ku yang selama delapan tahun membuatku menyandang status kekasih gelap. Secara dia lelaki beristri dengan dua anak yang pernikahannya baik-baik saja. Dan kisah itu sudah kuakhiri akhir tahun 2007 lalu dengan segala luka pedih perih dan membuatku hatiku carut marut. Bagaimanapun delapan tahun tentulah bukan waktu yang singkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kisah dengan kekasih baruku ini memang awalnya masih mengharuskanku berstatus kekasih gelap juga. Karena proses perceraiannya belum dimulai, meski pernikahan itu memang sudah berantakan sejak setahun terakhir. Sekarang setelah proses itu dimulai, aku rasanya sudah bisa meninggalkan status kekasih gelap itu dan menjadi seorang kekasih terang, hehehe.. Gimana gak terang, kalo kami sudah muncul di berbagai acara bersama-sama. Datang ke berbagai pameran, nonton konser, menghadiri undangan resepsi pernikahan kolega ataupun teman-teman kami, bahkan hang out dengan sahabat-sahabatku. Hal yang dulu mustahil kulakukan dengan kekasih lamaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi akhirnya atas bujuk rayu sang N doro Kakung yang mampu melelehkan hatiku yang mangkel, blog ini akan tetap kuteruskan dengan tampilan dan nafas baru yang tak lagi suram. Dan ndoro berjanji akan mengotak ngatik tampilannya agar menjadi lebih indah dan cerah sesuai dengan transformasi yang aku alami. Aku memang sangat awam untuk urusan artistik dan mengotak-ngatik desain. Pasrah bongkokan sama Ndoro Kakung yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung itu. Matur sembah nuwun nggih ndoro..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=51&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/21/new-chapter-a-metamorphosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meet The Juniors</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/21/49/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/21/49/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 00:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[reality bites]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan ini sungguh istimewa. Untuk pertama kalinya kekasihku mengajakku berkenalan dengan anak-anaknya. Kebetulan ibu suri sedang berada di luar negeri untuk waktu yang cukup lama. Kami pun berniat untuk pergi ke Dufan, tapi ternyata Jakarta diguyur hujan deras dan jalanan macet luar biasa untuk ukuran akhir pekan, sehingga kami akhirnya memutuskan untuk ke Sea [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=49&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhir pekan ini sungguh istimewa. Untuk pertama kalinya kekasihku mengajakku berkenalan dengan anak-anaknya. Kebetulan ibu suri sedang berada di luar negeri untuk waktu yang cukup lama. Kami pun berniat untuk pergi ke Dufan, tapi ternyata Jakarta diguyur hujan deras dan jalanan macet luar biasa untuk ukuran akhir pekan, sehingga kami akhirnya memutuskan untuk ke Sea World saja. Ini pun atas pilihan anak-anak yang sedang exciting mengenal berbagai jenis hewan, terutama ikan. Sea World adalah pilihan yang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah apa yang ada di kepalanya ketika beberapa hari sebelumnya dia melontarkan ide itu kepadaku. Are you ready to meet my kids ? tanyanya. Aku pun tidak memungkiri bahwa rasa nervous cukup kuat menderaku pada awal ide itu dilontarkan. Tapi aku tahu ini hanyalah soal waktu. Soon or later I have to meet them. Dan mungkin sekaranglah saatnya, mumpung ibu suri juga sedang gak di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun dia sudah berusaha meredakan nervousku dengan mengatakan just be fun, targetnya gak muluk-muluk kok, hanya untuk saling mengenal saja dulu, rasanya aku tetap spanneng. Aku adalah penyuka anak-anak, dan selama ini tak pernah kesulitan dalam hal berinteraksi dengan anak-anak. Aku adalah tante favorit bagi para keponakanku. Tapi rasanya untuk dua anak ini ada sesuatu yang membuatku merasa terbebani, bahwa aku &#8220;harus&#8221; bisa menancapkan image yang baik at the first time. Aku harus tampil &#8220;sempurna&#8221;, mendapat penerimaan yang baik, dan segudang harapan yang kutahu aku taruh sendiri ke pundakku. Jadilah rasa nervous itu tak juga hilang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-49"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga saatnya kami bertemu, di perjalanan masih basa basi, aku berusaha mempelajari situasi yang baru kukenal ini. Meskipun sebelumnya aku sudah cukup sering mendengar tentang mereka dari kekasihku, dan melihat foto-foto mereka, tapi tetap saja bertemu secara langsung adalah hal yang berbeda. Perjalanan yang terhadang macet, akhirnya membuat kami harus mampir untuk pipis di sebuah mal. Kuajak si cikal yang berusia 6 tahun itu ke ladies room beserta nany nya. Sedangkan papanya bersama si bungsu menunggu di parkiran. Di perjalanan itulah aku mulai bisa ngobrol, dan kami pun mampir ke minimarket untuk membeli berbagai cemilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Si cikal ini sangat lincah dan energik. Penyuka warna pink yang fasih berbahasa Inggris dan sedang belajar bahasa mandarin. Anak kebanggaan papanya yang juga pintar bermain biola dan nilai raportnya baik. Sepertinya mewarisi otak cerdas papanya. Matanya yang sipit dan giginya yang ompong lucu sekali bila tersenyum. Ketika sudah di Sea World lah aku mulai bisa berinteraksi dengan lebih cair. Lebih mudah ngobrol dalam bahasa Inggris dengannya, dengan lincah dia berlari dari satu akuarium ke akuarium lainnya. Mengenali berbagai ikan yang dilihatnya di film atau buku-buku, dan sibuk berceloteh ini itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Si bungsu masih 3 tahun, laki-laki, dan pernah menjalani operasi berat waktu baru beberapa hari lahir ke dunia ini. Jadilah harus ditangani dengan ekstra hati-hati. Dia lebih sering bersama nany dan papanya. Terus terang aku tak terlalu berani &#8220;memegangnya&#8221;, takut salah aja. Biarlah si nany yang sehari-hari bersamanya dan papanya yang lebih tahu. Aku fokus untuk bermain bersama si cikal saja yang seperti bola bekel itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lama-lama rasa nervous itupun mencair dengan sendirinya. Beban yang ada di pundak pun terangkat sudah. Rasanya lebih mudah daripada yang kubayangkan semula, syukurlah. Ya, anak-anak tetaplah anak-anak, dimanapun, dan siapapun orang tuanya. Hanya butuh ketulusan dan kasih sayang untuk &#8220;menaklukan&#8221; mereka. Minimal untuk step pertama rasanya sudah kulalui dengan baik, setidaknya dari sisiku. Dari pihak mereka aku tak mau terlalu memikirkan, biarlah waktu yang akan menjawabnya, dan segalanya berjalan dengan alamiah tanpa ada tekanan maupun paksaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tentu saja untuk tahap pertama ini biarlah mereka mengenalku hanya sebagai tante teman kantornya papa mereka. Apalagi setahuku, papa mereka belum mengatakan mengenai perpisahan ini. Mereka hanya tahu bahwa memang ada perubahan beberapa bulan terakhir ini, papa mereka hanya ada bersama mereka pada saat akhir pekan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akupun memang tak pernah berharap akan menjadi ibu mereka. No, I&#8217;m just tante yang akan melaksanakan fungsi &#8220;acting mom&#8221; ketika mereka kelak menghabiskan waktu bersama kami. Aku sudah memagari diriku sendiri untuk tidak masuk ke wilayah ibu suri, terutama soal mendidik dan kebiasaan-kebiasaan yang sudah diatur oleh orang tuanya. Let them be..I just need to know what are their rule, ikut mematuhinya dan tidak harus melanggarnya karena aku tak tahu. Aku hanya tak ingin memicu konflik saja, aku cukup tahu diri kok aku siapa.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah kisah akhir pekanku kali ini&#8230;menegangkan, menyenangkan dan sekaligus melegakan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=49&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/21/49/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertarungan pun dimulai</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/06/pertarungan-pun-dimulai/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/06/pertarungan-pun-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 17:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[reality bites]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya peluit tanda pertandingan di ruang sidang pun ditiup. Bola sebagai tanda dibukanya pertandingan sudah ditendang oleh kekasihku menuju gawang lawan. Aku sebagai penonton sekaligus suporter setia hanya bisa berdiri di pinggir lapangan sambil harap-harap cemas. Berharap agar pertandingan segera usai dengan piala kemenangan di tangan kekasihku. Semoga tak perlu ada aksi jegal-menjegal dan upaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=48&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhirnya peluit tanda pertandingan di ruang sidang pun ditiup. Bola sebagai tanda dibukanya pertandingan sudah ditendang oleh kekasihku menuju gawang lawan. Aku sebagai penonton sekaligus suporter setia hanya bisa berdiri di pinggir lapangan sambil harap-harap cemas. Berharap agar pertandingan segera usai dengan piala kemenangan di tangan kekasihku.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tak perlu ada aksi jegal-menjegal dan upaya saling mencederai dalam pertandingan ini. Karena aku tak tega menyaksikan dia kembali terluka dengan tubuh carut marut. Sudahlah..bukannya pertandingan ini hanyalah formalitas. Segera saja mainkan sebagai persyaratan untuk melanjutkan hidup pada babak baru dari masing-masing kubu yang bertarung.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah <a href="http://masalahperceraian.com" target="_blank">situs mengenai perceraian</a>,yang kutemukan di sebuah milis pembaca majalah perempuan, rupanya sangat membantunya dalam menyusun dan melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan. Memberinya gambaran yang gamblang mengenai langkah-langkah yang harus dilaluinya, untuk segera mengantongi surat cerai dari catatan sipil.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya bisa berdoa dan memberinya dukungan dengan sepenuh hatiku&#8230; Sayang, sabar ya, aku gak kemana-mana kok. Aku tunggu kamu disini, dengan segenap cinta untuk merajut hidup baru bersamamu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=48&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/04/06/pertarungan-pun-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dekat tapi jauh..</title>
		<link>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/03/18/dekat-tapi-jauh/</link>
		<comments>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/03/18/dekat-tapi-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 09:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[reality bites]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/03/18/dekat-tapi-jauh/</guid>
		<description><![CDATA[Dia ada di depanku, bersamaku selama berhari-hari ini. Tapi hanya bisa kutatap matanya dengan hati penuh rindu. Tanganku hanya bisa menyentuhnya sejenak saja. Tak bisa kucium wangi tubuhnya dekat di wajahku seperti biasanya bila kubenamkan diriku dalam pelukannya. Mengecup bibirnya dan memeluk tubuhnya erat hanya ada dalam khayalan liarku. Ada banyak orang selalu bersama dengan kami. Entahlah, apakah ada yang turut merasakan hangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=47&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dia ada di depanku, bersamaku selama berhari-hari ini. Tapi hanya bisa kutatap matanya dengan hati penuh rindu. Tanganku hanya bisa menyentuhnya sejenak saja. Tak bisa kucium wangi tubuhnya dekat di wajahku seperti biasanya bila kubenamkan diriku dalam pelukannya.</p>
<p align="justify">Mengecup bibirnya dan memeluk tubuhnya erat hanya ada dalam khayalan liarku. Ada banyak orang selalu bersama dengan kami. Entahlah, apakah ada yang turut merasakan hangat bara cinta yang menyala diantara kami. Ingin kulepas topeng ini, dan kuteriakkan pada dunia betapa aku mencintainya dan ingin bersamanya sekarang, besok dan seribu tahun lagi. Mungkinkah aku mulai lelah ?</p>
<p align="justify"><span id="more-47"></span></p>
<p align="justify">Untuk pertama kalinya kami dikirim dalam satu tim untuk tugas luar negeri bersama. Dan inilah hari-hari yang menyiksa untukku. Duduk bersisian di pesawat, hanya bisa tanganku yang menyelinap ke balik selimutnya. Dia tak membiarkanku tidur di pelukannya. Hanya dipinjaminya bantal kecil untuk penyangga leher yang membuatku tidur lebih nyaman, meski tanpa kehangatan tubuhnya yang selalu kuimpikan setiap malam.</p>
<p align="justify">Dia masih tak mau untuk membuka diri akan relasi kami pada para kolega yang berangkat bersama kami saat ini. Untuk kesekian kali dia memintaku bersabar dan tetap mengenakan topeng ini sekian lama lagi. Entah berapa lama lagi, tapi  dia berjanji bahwa ini tak akan lama lagi. &#8221; I know you&#8217;re a strong woman,&#8221; katanya menguatkanku. Apakah kuat dan sabar adalah dua hal yang sama ?</p>
<p align="justify">But his command is my wish. Atas nama cinta dan penghormatan pada dirinya, aku akan kenakan topeng ini selama apapun dia mau aku mengenakannya.. Aku percaya dia adalah lelaki sejati, yang memegang janji yang pernah diucapkannya. Dan dia telah berjanji padaku bahwa ini tak akan lama lagi. Begitu kan sayang ? </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekasihgelap.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekasihgelap.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekasihgelap.wordpress.com&amp;blog=1931390&amp;post=47&amp;subd=kekasihgelap&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekasihgelap.wordpress.com/2008/03/18/dekat-tapi-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
