Di ranjang itu …

Aku kupu-kupu. Kamu kembang padang kelabu. Kita bergemuruh menuju hulu.

Tak hiraukan embun. Tak pedulikan angin.

Selimut yang basah dan wangi tubuhmu, sudah cukup bagiku.

Kapan kau mau ulangi lagi, sayang?

Aku sudah tak sabar mengerat pesonamu. Senti demi senti. Sampai kita kan merekah bersama pagi …

2 Responses

  1. Waks… kupu-kup termasuk hewan pengerat ya? Kok, mengerat pesona… hehehe… pisces banget🙂

  2. ranjang…ranjang ngapain yach…..smack down yuk !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: