cerita kolegaku, kisah diriku

Bila Anda mengira kekasih gelap itu pasti seorang perempuan, Anda salah besar. Sebagaimana sifat cinta yang universal, kekasih gelap pun tak pilih-pilih jenis kelamin.

Seorang kolega yang selama ini kupikir memiliki kehidupan keluarga yang harmonis dengan dua anak yang masih balita, ternyata harus menghadapi kenyataan pahit bahwa istri tercintanya memiliki kehidupan ganda.

Sore hari seusai jam kantor, akhirnya kami parkir di warung kopi made in America ini. Kolegaku ini awalnya berat dan bingung bagaimana memulai ceritanya.

Pelan dan sarat beban, akhirnya mengalirlah cerita dari bibirnya, mengenai sang istri yang memiliki kekasih gelap. Laki-laki muda berkebangsaan asing.

Kejutan itu “tak sengaja” diketahuinya dari tagihan handphone dan hasil membobol email sang istri yang membuktikan jejak-jejak itu.

Pahit, shock, dan terguncang. Dunianya runtuh, limbung, gelap.

Istri yang diberinya kepercayaan dan kebebasan penuh ternyata telah berbagi cinta. Sakit tentunya, dan kolegaku itu sudah berpikir untuk mengakhiri saja pernikahannya ini.

“Istriku udah cinta mati sama ini laki, dan di email yg kubaca, si lelaki pacar gelapnya itu menanyakan soal perceraian kami,” kisah kolegaku itu.

Dia memang sedang ada di persimpangan. Namun, kedua anak balita hasil pernikahan mereka menjadi pertimbangan utama.

Aku nggak tahu gimana perkembangan kisah kolegaku ini. Aku hanya berharap yang terbaik untuknya dan anak-anaknya.

Sebuah kisah yang pahit tapi terdengar biasa di kota metropolitan ini. Pernikahan-pernikahan yang runtuh di usia seumur jagung. Janda dan duda berusia muda bertebaran di setiap pelosok kota.

Ada pasangan-pasangan yang memilih bertahan dalam status suami-istri meski hati dan cinta mereka sudah tersimpan di tempat lain. Hanya demi anak-anak dan citra sosial yang harus mereka pertahankan.

Kolegaku tak pernah tau bahwa aku pun menjalani kehidupan ganda sebagai kekasih gelap seorang pria berkeluarga. Entah apa yang akan dikatakannya seandainya dia tahu kehidupan macam apa yang tengah kujalani ini.

Mungkin dia nggak bakal mengerti. Aku yang dinilainya perempuan cerdas, mandiri, dan open mind person bisa memilih jalan seperti ini.

Satu hal yang jelas, aku tak pernah meminta kekasihku meninggalkan keluarganya untuk menikahiku. Aku juga sangat menghargainya karena dia tak pernah berkisah hal buruk tentang istrinya.

Aku tahu betul dia sangat mencintai kedua anaknya yang beranjak remaja itu. Aku tak ingin merenggut kebahagiaan keluarga harmonis itu hanya demi egoku untuk memilikinya hanya untukku.

Tidak sama sekali.

Aku bahagia bila dia bahagia di mana pun dan bersama siapa pun dia. Dan, aku tahu salah satu sumber kebahagiaannya adalah anak-anaknya. Apakah ini yang namanya cinta yang tulus tak berharap pamrih? Entahlah …

Anda mau menjawabnya untukku?

7 Responses

  1. kugenggam tangannya, kuletakkan di dadaku dan kuucapkan, “ini hatiku, yang tersakiti, terbelah, dan berserakan karena dendammu. Ya, betul…dendammu. Dendam yang kau simpan di kehidupanmu yang kini kau balas di kehidupanku. Tak adil, tapi kuterima. Karena ku ingin jadi yang lebih baik darimu.”

    *inspired from The Great Expectation

    Bisakah pencinta bersabar dalam menemukan DIA…

  2. Wah…. begitulah sifat cinta deritanya tiada akhir…… bila jauh menderita karena rindu, tapi bila dekat menderita karena tak mau ditinggal. Sayang banyak jalan yang melenakan orang untuk meraihnya…. dan hanya ada satu jalan menghindarinya….
    POLIGAMI…. :p

  3. […] kali nya ngopi dimana dia crita soal rumah tangganya yang diujung tanduk. Aku pernah crita kan, kisah kolegaku itu. Nah ini orang yang sama dengan yang kuceritakan […]

  4. Everything is possible …
    Cinta tak pernah salah. Hanya saja, kadang ia datang pada saat yang tidak tepat.
    Namun tetap saja, kehadirannya telah menerbitkan kisah indah yang tak kan bisa kita lupakan begitu saja.
    Sayapun kini, dengan status sebagai istri dan ibu dari seorang putri, tapi hati saya terbelah untuk dia …………………

    Sahabat saya, teman saya satu divisi di kantor.

    Tak pernah saya menyesal.
    Saya sangat mencintai keluarga.
    Tapi saya juga sangat menyayangi dia … kekasih gelap saya …

  5. saya mencintai dosen saya yang sudah beristri,sama hal nya dengan anda, saya tidak mengharapkan dy menceraikan istrinya,saya cukup menikmati sisa waktu yang dy berikan pada saya,tanpa menuntut waktu, perhatian dan kasih sayangnya……..saya tak ingin semua ini berlanjut terlalu lama……..namun sulit untuk keluar dalam ‘lingkaran setan’ ini, semakin ku menjauhinya dy semakin mencari ku,saya pernah menyatakan bersedia menjadi istri keduanya, tapi dy tetap cowo yang tidak bernyali,yang takut kecurigaan istrinya terbukti atas laporan temannya yang pnh melihat kami jalan berdua…aku menyesal melangkah terlalu jauh…………..

    • Alur ceritanya sama dgn apa yg saat ini terjadi d.kehidupan ku😥

  6. Tips, Trik, Software, Download, SEO, Spesifikasi, Harga, Cheat, Lost Saga, Point Blank,LS, PB, Prediksi Bola 2012, Hasil Pertandingan, Cerita Remaja, Puisi Cinta, Kesehatan,…

    […]cerita kolegaku, kisah diriku « A Metamorphosis …[…]…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: