kekasih gelap, haruskah berakhir di sini

Aku baru aja selesai membaca buku Kekasih Gelap karya Sanie B. Kuncoro. Buku yang tak terlalu tebal itu terdiri dari dua cerita, dan di sampulnya tertulis, pemenang sayembara cerber Femina tahun 2003.

Aku membelinya, karena tentu aja judulnya. Hanya semalam kuhabiskan buku itu. Ada empat orang tokoh dalam kisah Kekasih Gelap, Ruben; Aline istri Ruben, Senja si kekasih gelap, dan Benteng pemeran pembantu sebagai kamuflase.

Sebuah perjalanan dengan kapal pesiar menuju Malaka menjadi inti dari cerita ini. Bagaimana Senja, harus satu kapal dengan Ruben dan Aline yang sedang hamil, dan tokoh Benteng hadir sebagai acting pacar nya Senja untuk menghindari kecurigaan Aline. Kisah yang simpel dan rada mudah ditebak sebenarnya. Akhirnya, Senja memutuskan mengakhiri kisah gelapnya bersama Ruben, dan memutuskan untuk memulai hidup baru bersama Benteng.

Tokoh baby Khalila di Malaka, yang diceritakan menjadi trigger yang memicu sebuah perenungan bagi Senja dan Benteng, menurutku cukup filosofis. Tak ada yang tak mungkin bila kita berusaha. Kita hanya malas saja, dan kemudian mengklaim bahwa kita tidak bisa.

Seusai membaca buku itu, aku duduk termenung. Haruskah kuakhiri kisahku dengan dia juga saat ini. Benarkan aku tak bisa? Atau hanya tak mau? Malas berusaha? Takut sendirian? Takut menghadapi rasa sakit dan terluka yang tentunya akan menggerogoti dengan dahsyat? Itu kah? Adakah seorang Benteng untukku yang kemudian menumbuhkan keberanianku untuk memulai hidup baru? Segudang tanya menyesakki kepalaku.

Hari sudah di penghujung tahun. Kalender segera berganti. Tak terasa tahun kedelapan akan kumasuki dalam kisah ini. Rentang waktu yang tentunya tidak sebentar. Sejak aku lulus kuliah hingga berada pada posisi ini. Ketika masih memandang dunia dengan semangat idealisme yang menyala-nyala, hingga menjadi manusia yang pragmatis realistis seperti sekarang.

Proses transformasi menuju kedewasaan dan kematangan yang kulalui dengan bimbingan kekasihku. Sebuah proses yang kemudian tanpa kusadar telah menancapkan cetak biru tentang figur lelaki yang kuinginkan dalam hidupku. Seorang lelaki matang dan mapan, yang biasanya telah kenyang pengalaman dan wawasan, serta kebijaksanaan yang tumbuh karena tempaan alam.

Itu bukan value yang dimiliki laki-laki muda seusiaku. Value-value itu tumbuh dan melekat pada pria-pria matang di usia 40an..Yang tentu saja sudah berkeluarga. Adakah yang tersisa untukku dengan status masih lajang ? Hanya keajaiban yang memungkinkan itu terjadi. Terdengar putus asa mungkin. Ya mungkin memang aku sedang putus harapan. Entahlah …

Haruskah aku pergi meninggalkannya? Hmm … memikirkannya pun sudah berat. Atau mungkin tekadku kurang bulat? Mana semangat baja yang kumiliki bila mengejar karir?

Semua menguap seketika ketika harus berurusan dengan hatiku yang tertambat padanya. Ssshhhhh…

God please, send me your angel to guide me through this..

11 Responses

  1. segala sesuatu ada waktunya…
    ada waktunya untuk menikmati 8 tahun kebersamaan yang sulit dilupakan…
    ada waktunya untuk putus harapan menanti seorang lelaki matang dan mapan…
    dan mungkin tahun depan adalah waktunya untuk memulai hidup yang baru…

    maybe only heaven knows…

  2. suatu saat kisah kekasih gelap itu HARUS berakhir.
    dan km harus siap ketika saat itu datang

  3. Kamu HARUS bisa.. Tinggal dibulatkan saja tekadnya. Memang perih sesaat, tapi yakinlah, di dasar hatimu yang paling dalam, kamu pasti sudah lelah dengan ini semua bukan? Karena itu, harus kamu sudahi semuanya.. semuanya..

  4. Setuju banget sm mba hanny..

  5. Thiiink:: memang berat kalau yg diingat yg indah2 dan yg baik2 tetapi kalau yg diingat hal2 yg menyebalkan pasti banyak membantu mengakhiri smuanya.

  6. jeng..mengambil keputusan untuk melangkah pergi dari suatu hubungan percintaan bagi perempuan seperti kita pasti sulit,peduli setaN kamu sudah berhubungan 8tahun,1 tahun ataupun 1 bulan. Mengambil sikap untuk meninggalkan zona nyaman kita jelas g mudah,lebih2 menyangkut hati,cinta..tapi jeng,kita wanita..Tuhan memberi kita kekuatan yg teramat besar hingga sakitnya melahirkan pun dianugrahkan pada kaum kita,artinya Tuhan tau kita kuat,kita menangis karena kuat..jadi saya percayA anda juga pasti kuat buat melewati badai hati anda [jika keputusan itu anda ambil]..jangan takut jeng pada apa yg disebut jodoh..dia tidak mungkin datang dalam bentuk yg serupa dan sebangun yg anda inginkan,tapi percaya lah dialah yang anda butuhkan..good luck..

  7. Hai,
    Terimakasih untuk membacaku. Maaf sekali untuk info yang sangat terlambat kuketahui.
    Semoga apa yang kutulis membawa pencerahan bagimu.

    Salam

  8. sy juga punya pengalaman yg sama mbak…
    emang berat harus mengakhiri semuanya
    seperti kehilangan pegangan hidup
    tapi akhirnya hubungan yg tak pantas ini berakhir begitu saja. Bukan karena sy ato dia yang mengakhirinya tetapi kondisi yang menyebabkannya. dia harus pindah tugas jauh dari saya, dan sy hrap sy tidak akan pernah menghubunginya lagi meskipun hati ini menginginkannya.

    tetap semangat mbak, ada sebait kata inspiratif yang pernah saya baca “sulit untuk mengucapkan perpisahan, tetapi mudah untuk melupakan seseorang” cuma butuh waktu aja mbak..

    • mantap

  9. cinta yang saya rasain menyukai seseorang tapi sangat sulit untuk melupakannya sedih sekali rasanya ditinggal pergi aneh yang aku rasakan sering sakit hati tapi belum pernah punya kekasih. setiap malam saya memohon kepada yang maha kuasa agar dikasih seseorang yang terbaik saya gak minta yang lebih yang saya minta yang bisa melindungi saya
    upami gambar lalakon naha pinuh kucipanon
    upami geus titis tulis naha nyeri batan hinis
    upami geus kapimilik naha mulang mawa ceurik
    upami tega wayahna naha henteu tibaheula

  10. sungguh mengharukan, tiada yang salah. semangat untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: