catatan akhir tahun

Hari terakhir di tahun 2007. Aku sudah cukup lama rehat tidak menulis di sini. Cukup air mata dan kepedihan yang kutumpahkan. Sudah.

Saatnya bangun dan menatap besok tahun yang baru dengan semangat baru dan rencana baru. Dada ini memang masih ngilu, tapi hidup harus terus berjalan bukan?

Biarlah sang waktu yang menunaikan tugasnya untuk melarutkan segala pedih itu. Tugasku hanya satu melanjutkan hidupku dengan format baru.

Tak mudah untuk meninggalkannya tentu. Dan rasanya aku tak akan benar-benar pergi dari sisinya. Dia tetaplah seorang guru dan sahabat terbaik yang pernah kumiliki.

Hanya satu status saja yang akan kulepaskan, aku berhenti menjadi kekasihnya. Berat, tapi bukan berarti tak bisa.

Bagaimanapun aku tak bisa pergi begitu saja. Kami ada satu proyek yang sedang dikerjakan bersama sampai pertengahan tahun 2008. Dan kami tentu saja harus bertanggung jawab pada banyak orang, profesionalitas ku diuji disini.

Aku harus bisa, harus.

Beberapa hari lalu aku menemuinya. Akhirnya setelah sekian lama aku menghilang dan dia kebingungan aku kenapa. Ah, lelaki memang sama saja dimana-mana, selalu tak pernah mengerti perasaan perempuan.

Kami bisa ngobrol dengan santai, tentang pekerjaan, tentang kita, tentang hidup, dan rencana-rencana masa depan. Hmm…kurasakan magnet itu masih kuat menarikku ke pelukannya. Dia memang selalu menarik di mataku, dan sepertinya di mata banyak perempuan lainnya. Kematangan dan kesabarannya itu memang membuat perempuan manapun merasa nyaman dan aman.

Tapi kutegaskan hatiku untuk tidak masuk ke zona terlarang itu lagi. Harus kuikat erat-erat hasratku untuk tidak larut dan terbawa lagi ke ranjangnya. Meskipun godaan itu demikian kuat. He’s really good in bed. Every woman will beg for it.

Dia sangat berpengalaman, sabar, lembut dan senang bereksplorasi. Bisa gila dan liar, tapi juga bisa sangat santun. Bila hasil survey di majalah perempuan yang pernah kubaca mengatakan bahwa perempuan Indonesia 60% tidak bisa orgasme, aku bagian yang 40%.

Dia bisa membuatku O berkali-kali dan membuatku sangat nyaman dan tidur nyenyak seusainya, obat stress dan flu paling mujarab itu.That’s what I miss from him.

Tahun baru ini, seandainya Tuhan mengijinkan, aku ingin memulai hidup di sebuah tanah baru. Tanah antar berantah yang tak ada seorang pun mengenalku. Aku akan menggoreskan kisah hidupku dari garis pertama lagi. Ah senangnya..

Kisah seorang teman yang dua minggu lalu baru saja pindah ke Denver, seakan menjadi sumber inspirasiku. Dia baru saja bercerai dengan suaminya, memiliki anak balita perempuan yang sangat lucu dan cantik.

Karirnya di hospitality business di Jakarta telah menginjak 17 tahun, posisinya pun sudah cukup tinggi. Dan dia memilih meninggalkan Jakarta dan karirnya yang panjang itu, untuk kemudian memulai hidup baru di Denver dengan pekerjaan sebagai seorang ……waitress.

“Gaji gue di sini jadi waitress masih bagusan dari pada gaji gue di Jakarta dengan jabatan manajer, ” katanya padaku.

Aku jadi punya pikiran gila untuk melakukan sebuah lompatan besar seperti temanku itu. Toh I’m stil single, tak ada tanggung jawab kecuali pada diriku sendiri. Keluargaku sudah sangat tahu sifatku yang tidak mengenal kata tidak bila memiliki sebuah tekad, jadi aku yakin mereka tidak akan meributkannya.

Mereka sudah terbiasa kaget dengan pilihan-pilihan hidupku. Aku memang pernah mengikuti undian green card, tapi belum beruntung mendapatkannya. Aku pun terus mencobanya, moga-moga bisa dapet deh..

I just wanna have a new life, in a new place, while it’s stil “clean”. Di Jakarta, Bali, Jogja, dan beberapa kota di Indonesia ini, “jejaknya” begitu kuat menempel di berbagai tempat itu. Menyimpan kenangan yang setiap saat kutengok bisa menyeretku pada kisah ini lagi.

Mungkin aku ingin lari, ya apapun lah.
Mungkin aku memang pengecut.
Namailah aku sesukamu, aku tak peduli.
Aku hanya ingin hidup baru …

3 Responses

  1. Selamat jalan sobat………. bawa serta hati dan jiwamu……. pergi raga tanpa hati dan jiwa hanya akan menyiksa ….tinggalkan semua kesedihan dan cerita duka…. Cari n dapatkan sesuatu dari sekedar “Kekasih Gelap” yg tak jelas endingnya…….. good luck !!!

  2. Semoga mbak sukses memuai kehidupan baru. Jangan kuatir deh mbak, kesedihan akan berlalu bersama waktu…
    Jangan berhenti nulis ya.. kisah tulisan mbak banyak menginspirasi aku…

  3. Sama seperti yg ak alami,,rasanya sakit..tersiksa, ingin berlari jauh drnya tp terasa susah,ak juga ingin membuka lembaran baru dengan orang baru yg penuh cinta,mapan tanpa dengan status kekasih gelap..kapan waktu akan menyembuhkan semuanya…ak ingin hidupku ceria tanpa ada bayangan cinta dia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: