may I have one? just one please …

Selama ini aku biasa mengelompokkan teman dalam berbagai grup. Kolega adalah rekan sekantor atau mereka yang terkait dengan pekerjaanku. Temen main biasanya merupakan temen-temen lama dari jaman sekolah atau kuliah. Teman diskusi lain lagi, grup ini biasanya terdiri dari teman-teman yang “kutemukan” dari berbagai kursus yang aku ikuti, komunitas profesi, dan mereka para senior tempatku bertanya dan bertukar ide.

Mengapa aku mengelompokkannya sedemikian rupa? Ada alasannya. Dulu aku sering hang out dengan rekan kantor, dan kemudian menjadi teman personal. Namanya teman dekat tentunya berbagi kisah pribadi menjadi hal yang biasa. Tak menyangka bila ternyata kisah itu kemudian digunakan si teman menjadi senjata untuk menjatuhkanku di hadapan bos. Pelajaran yang pahit.

Sejak saat itu aku menghindari hang out dan berteman akrab dengan rekan kantor dan kolega. Urusan dengan mereka sebatas jam kantor dan di kantor,keluar dari kantor aku punya kehidupan sendiri dengan temen-temen personalku. I Just dont want to mix it up, and to be honest I lost my trust. Bila pun mereka memang punya niat untuk menjegal atau menjatuhkan, minimal aku tak memberikan mereka amunisi untuk menjalankan niatnya.

Tapi belakangan kayaknya aku melanggar kode etik yang kubuat sendiri. Tadi malam aku dinner dengan seorang kolega, laki-laki. Kind of a date after hour maybe even we dont plan to. Gara-garanya aku kebelet pengen ke toko buku baru yang lagi diskon 30% itu, tinggal dua hari lagi. Sahabat yang aku udah janjian sebelumnya mendadak cancel karena flu berat. I love books very much. Toko buku yang terkenal pelit ini lagi diskon 30% dan aku tak ingin melewatkan kesempatan untuk memborong buku. Lumayan 30% berasa ngiritnya.

Jadilah aku mengajaknya untuk ke toko buku itu pulang kantor.Ternyata dia juga emang pengen kesana.Kloplah. Sampe sana pun kita sibuk berburu buku kesenangan masing-masing sampai kelelahan karena kalap dan sibuk berdesakan. Dengan jinjingan belanjaan yang banyak, kami pun kelaparan, dan memutuskan makan malam di resto Italia di Menteng.

Ada live music nya juga, penyanyinya keren,seksi-seksi en suaranya bagus. Udah lama gak ke situ, asik juga. Ngobrol ngalor-ngidul en mulailah perbincangan personal. Ini kedua kalinya aku keluar sama dia. Pertama kali nya ngopi di mana dia crita soal rumah tangganya yang di ujung tanduk. Aku pernah crita kan, kisah kolegaku itu. Nah ini orang yang sama dengan yang kuceritakan di situ.

Tapi rasanya ada yang aneh dengan diriku tadi malam. I had a good time. Ngerasa nyaman aja sama dia. And I cant help to keep thinking about him and what we had. Hey it just books shopping and dinner, but i feel it was so special. Sebenernya meskipun keluar bareng baru dua kali ini, tapi sehari-hari emang kami cukup akrab, meski beda divisi. Dia emang rajin berkunjung ke ruanganku, karena sebagai perokok, hanya ruanganku lah di seantero gedung yang punya smoking room. Jadi tiap hari dia mampir untuk numpang ngerokok.

Tapi belakangan dia rasanya lebih perhatian. Atau cuma aku yang ge-er ya? Natal kemaren dia kasih aku gift bedak compact merk terkenal yang mahal itu, while aku cuma kasih dia frame foto yang aku beli karena suka tulisannya “when there’s a will there’s a way”. Dua hari lalu tau-tau aku nemuin cokelat lengkap dengan pesan di post it ” to the luckiest 40%” nempel di laptopku. Aku kaget sekaligus ketawa ngakak. Dia emang pembaca blogku, dan salah satu dari empat orang yang tahu siapa pemilik blog ini.

Biasanya aku super cuek, tapi nggak tau kali ini sumthing is ringing in my head. Hmm aku kenapa ya? Do I like him? Probably. I love man who loves book. Lelaki cerdas juga selalu menarik di mataku. Seseorang yang pernah menerima beasiswa bergengsi dan meraih gelar master dari universitas paling beken di Amrik, tentunya sangat memenuhi kriteria cerdas. Dia juga ambisius. Dan aku selalu suka manusia-manusia yang punya ambisi, coz they have the fire inside to drive them move on and catch the dreams. En in his almost 39, he’s mature enough. Pengalamannya mengenyam pendidikan barat dan tinggal di luar negeri juga rasanya cukup berkontribusi untuk menjadikannya an open minded person. Meskipun kadang nampak sifat kerasnya, haha siapa sih yg gak keras kepala. Me too,kepala batu malah saking kerasnya.

Tapi statusnya yang lagi gak jelas itu memang bikin aku gak berani mimpi bahwa dia menyukaiku as a woman to be with not just a colleague. Seorang sahabat mengingatkanku untuk sebaiknya tidak terlibat dengan seorang laki-laki dalam proses perceraian.

Kebetulan sahabat saya yang cantik ini baru saja mengalaminya. “Mendingan tungguin sampe proses perceraiannya beres n statusnya jelas,” saran temanku.

Sahabatku memilih mundur dari sang calon duda yang mendekatinya,karena katanya palu hakim tak kunjung diketuk. “Lagian dia selalu gak punya waktu buat gue, anak sama istrinya mulu, en sebelnya masih suka keinget-inget istrinya gitu,” kisah si jeng satu ini dengan kesal.

Iya sih, ngimpi banget aku kalo bisa punya masa depan dengan lelaki satu ini. Secara sampe saat ini aja dia masih serumah sama istrinya, bahkan mungkin urusan legal perceraiannya pun belum diproses. Gosh, why cant I have one single man that available to be with? Just one for me to spend my life with. Why is that so hard?

8 Responses

  1. Law #2 Never put too Much Trust in Friends, Learn how to use Enemies

    Be wary of friends-they will betray you more quickly, for they are easily aroused to envy. They also become spoiled and tyrannical. But hire a former enemy and he will be more loyal than a friend, because he has more to prove. In fact, you have more to fear from friends than from enemies. If you have no enemies, find a way to make them.

    from the 48 LAWS of POWER

  2. ga sesulit itu kok jeng. Keep on looking yak!
    Semoga dengan yg satu ini Anda beruntung.Amin

  3. sorry OOT: diskonnya sampai kapan ya?

  4. dulu pacar saya nyuruh nunggu sampe proses cerainya kelar .. maksutnya saya disuruh nunggu, ndak boleh lirik-lirik. Tunggu punya tunggu, la kok ndak kelar-kelar .. mbulet kebanyakan acara. Ujungnya malah ndak jadi .. kasian sayanya kan ..

  5. Saya juga sedang proses, dan juga lagi deket ma satu wanita lagi, mungkin bedanya “hanya” saya sudah 99% pasti. Cuman kekuatan Tuhan yang bisa mencegahnya.
    Soale istriku yang dulu, mengecewakan banget, gak perlu diceritakan, yang jelas bekasnya masih meninggalkan luka menganga yang bisa membuat laki-laki membenci wanita.
    Di saat itu, mungkin Tuhan berkehendak lain, “dia” datang, dan sedikit demi sedikit membawa perubahan.
    Sekarang, walaupun luka masih menganga, namun rasa sakitnya sudah jauh berkurang.
    Doakan mbak.

  6. y d silence ?

  7. bagi saya pribadi, orang yang bisa menulis dengan cantik seperti ini layak menjadi pilihan. dan berhak atas lebih dari satu lelaki terbaik.

  8. Saya benar2 terharu dgn apa yg udah qmu tulis, krn saat ini pun, q jg mengalami hal yg sama. Bahkan sgt sulit utk melepasnya,krn dia pun tak mau utk q tinggalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: