Khayalan di hujan siang hari..

Jakarta diguyur hujan deras tak henti sejak malam hingga siang ini. Aku pun terpaksa tak bisa berangkat kantor. Jalan depan rumahku yang seumur-umur Jakarta banjir kayak apapun ndak pernah tergenang, kali ini bisa terendam air hingga lutut orang dewasa. Gila.

Mobilku yang sedan tentu saja bunuh diri namanya bila kupaksakan untuk menerjangnya demi menuju kantor. Belum lagi informasi dari media yang kupantau melaporkan bahwa jalan-jalan utama menuju kantorku sudah terendam air hingga 50 cm. Sudahlah aku pasrah, daripada repot dengan masalah mobil mogok dan lain-lain, kutelpon bos saja, dan aku ngantor dari rumah dengan internet. Jadwal meeting siang ini pun terpaksa kubatalkan, padahal ini adalah calon klien baru yang potensial. Ya wis lah mau gimana lagi, untungnya si calon klien ini juga maklum.

Hujan-hujan begini yang ada akhirnya pikiranku ngelantur kemana-mana. Sayang kekasih baruku sedang tugas luar negeri, jauh bener di benua yang ada saljunya itu. Kalo nggak pasti kuajak bikin “edisi khusus tugas luar kantor” hari ini, hehehe..

Kata buku dan majalah yang kubaca, perempuan di usia 30an ini sedang dalam kondisi puncak gairah, dan sempurna dalam teknik. Dia pun sampe heran – heran dengan hasratku yang menggebu-gebu. Meskipun dengan senang hati selalu menyambut ajakanku dengan hangat. Dia cuma takjub aja dengan kejujuranku yang tak sungkan meminta “jatah” , ataupun mengungkapkan keinginan-keinginanku yang berhubungan dengan keintiman. Mungkin ibu suri nya tipe yang berbeda dengan ku, entahlah aku juga tak pernah bertanya perempuan seperti apakah yang telah 11 tahun dinikahinya itu. Tak peduli dan tak mau tahu. Itu masa lalunya. Selama tidak ada kaitannya denganku, aku tak mau ambil pusing lah. Aku ya aku, ibu suri ya ibu suri.

Hujan seharian begini, paling enak emang bergelung di balik selimut dengan seseorang yang dicintai tanpa sehelai benang pun menempel. Sedikit red wine dan chill out music akan membuat tubuh lebih hangat dan api cinta menyala penuh bara. Ranjang yang empuk dan lega, suhu kamar yang nyaman, dan wewangian yang lembut rasanya akan membuat gelombang cinta menari semakin indah.

Pangeran baru ku ini pasangan yang dahsyat untuk mengimbangiku. Tak perlu waktu lama untuk membuatku leleh dalam sentuhannya, dan menyerah untuk dibawanya terbang menembus langit ketujuh. Dia benar-benar laki-laki dewasa yang matang dalam teori, praktek dan pengalaman. Totalitas dan keinginannya untuk memberi begitu besar. Kesabaran yang dibalut dengan teknik yang advance benar-benar perpaduan yang sempurna. Stamina dan keindahan yang disajikannya membuatku luluh tak berdaya melebur dalam esktase. Ternyata salah satu referensinya adalah buku Super Sex yang aku lupa penulisnya siapa, tapi sering kulihat di toko buku Aksara.

Aku pun sejak memasuki dunia dewasa yang satu ini suka sekali bereksplorasi, membaca berbagai buku import salah satunya. Berbelanja majalah dewasa bila berkesempatan ke luar negeri. Juga browsing situs-situs di internet untuk menambah wawasan dan menonton film-flm dewasa. Aku menganggap sex adalah bagian dari kehidupan ku sebagai perempuan dewasa yang harus aku pahami dengan baik, tanpa harus mengumbarnya, dan menuntut kebijaksanaan dalam mengelolanya. Sex adalah kebutuhan biologis yang sangat alami seperti juga makan dan minum. Bukan sesuatu yang memalukan, jorok atau tabu. Aku melihatnya sebagai hal yang alamiah sekaligus ilmiah.

Kebetulan sejak pertama kali memasuki dunia kedewasaan itu aku bersama dengan orang yang dewasa dan matang. Bimbingannya yang penuh kesabaran membuatku menemukan dunia baru yang sangat indah sebagai bagian dari ke-perempuanan-ku. Aku lebih mengenali diriku sebagai perempuan secara lahir maupun batin. Dia pun memposisikan diriku sejajar, yang berhak untuk mendapatkan kepuasan, dan berhak untuk dilayani. Sangat berbeda dengan yang dialami mayoritas perempuan Indonesia yang hidup di dunia patriarki, dimana seringkali diposisikan hanya sebagai pelayan sex laki-laki yang tak boleh meminta atau menolak, dengan berbagai jerat tabu yang melilit kebebasan mereka untuk menyatakan sikap.

Aku mungkin kekecualian, karena kebetulan tumbuh dewasa dengan laki-laki yang berpikiran terbuka dan matang. Dan beruntung kemudian mendapatkan pasangan yang sekarang juga berpola pikir yang moderat dan terbuka. Tak banyak perempuan Indonesia seberuntung aku, yang paham dan “berani” untuk menuntut akan hak-hak yang harus didapatkan dari pasangannya.

I’m so damn lucky..and I miss him sooo much..

2 Responses

  1. […]Hujan seharian begini, paling enak emang bergelung di balik selimut dengan seseorang yang dicintai tanpa sehelai benang pun menempel. Sedikit red wine dan chill out music akan membuat tubuh lebih hangat dan api cinta menyala penuh bara. Ranjang yang empuk dan lega, suhu kamar yang nyaman, dan wewangian yang lembut rasanya akan membuat gelombang cinta menari semakin indah[…]
    hahahaha..been there, done that..emang menyenangkan sekali, peacefull..

  2. sama yang dulu dahsyat mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: