Kisah Upik, Bobo dan Bebe..

Upik dan Bobo bukan lah nama anak kecil atau tokoh kartun. Nama-nama ini kami comot untuk menamai organ-organ intim kami yang cantik dan gagah ini. Bila sebuah majalah perempuan franchise menamai organ vital laki-laki dengan nama Mr.Happy, maka kami menamai nya Bobo, dan si Mrs.Cheerful ato Miss Pretty versi majalah yang sama, kami menamainya Upik.

Mulanya aku yang memang punya ide itu, nggak tau aku suka aja dengan nama Upik, kesannya ndeso, polos, lugu. Padahaaal si Upik ku ini, hmmmm…centilnya setengah mati, hahahaha.. Trus dia nya jadi ngiri gitu, minta Mr.Happy nya dicariin nama, jadi aja ku namain Bobo. Inget majalah kesayanganku jaman anak-anak, dan aku suka tokoh si Bobo yang baik hati dan lucu itu. Dan sekaligus punya makna kalo Bobo yang ini emang enak diajak “Bobo” hihihihi..

Jadi kami saling memanggil nama, untuk menyamarkan dari kolega kantor yang sementara urusan perceraian belum beres gak boleh tau dulu, Papa Bobo dan Mbak Upik. Lucu aja sih rasanya kayak mainan, tapi kemudian jadi kode khusus kami bila ingin mengundang pasangannya “bermain-main”.

“Darling, Bobo nya udah pusing 7 keliling nih, kangen Upik, kapan dong ketemuan,” salah satu sms Papanya Bobo. Atau, ” Kangen nih udah sampe ubun-ubunnya Bobo, ngebayangin bercinta sama kamu di salju deh,” sms yang lainnya. Yealah yang ada juga beku kali hihihihi. Bener-bener bikin gemes, pengen tak cubit itu si Bobo jail, beraninya ngegodain dari jauh pas gak bisa ngapa-ngapain, awas ya kalo pulang kamu Bo, dibikin klenger kamu sama si Upik.Grrrrhhhhh…

Belum lama, setelah punyaku bernama Upik dan punyanya bernama Bobo, dia muncul lagi dengan ide gilanya. ” Hunny I think I have a name untuk dua bukit indahmu yang menggemaskan itu, namanya Bebe, jadi trio Upik, Bobo dan Bebe,” begitu isi sms gilanya. Aku cuma senyum-senyum heran sebelum ketawa ngakak, hahaha.. Baru kali ini dadaku yang (katanya) memang indah ini akan memiliki nama. Bebe pula, jadi inget Bebe Buell yang cantik, mamanya Liv Tyler itu.

Ya sih ( katanya) Bebe ku ini emang cantik dan indah. Untuk ukuran tubuhku yang mungil dan langsing, ukurannya memang terlihat cukup menonjol meskipun tidak oversize. Bentuknya pun sempurna dan kencang meskipun aku jarang melatihnya di gym. Tak heran memang sejak aku kuliah, aku seringkali memergoki teman laki-laki yang sedang berbicara padaku, matanya tak menatap mataku, tapi terarah ke bawah ke bagian dadaku. Meskipun saat itu aku sudah berusaha menyembunyikannya dibalik kaos oblongku yang gombrong.

Sejujurnya aku dulu risih dengan anugerah yang diberikan Tuhan pada ku itu. Tubuh bagian atas yang biasanya menjadi kebanggaan perempuan itu, dan banyak yang mendambakan untuk memilikinya dengan berbagai cara, bahkan kalo perlu operasi implant yang menelan biaya jutaan rupiah. Sedangkan aku yang di anugerahi-Nya, sering kali harus menyembunyikan di balik pakaian super longgar, atau bahkan kadang sampai harus berjalan dengan membungkuk untuk menutupi keindahan bentuknya.

Dan sekarang aku merasa bangga dengan apa yang kumiliki ini, bahkan dianugerahi nama yang sangat cantik, Bebe. Jadilah kalo bersms, yang disapa semuanya. “Salam kangen untuk Upik, Bebe dan Mbaknya” dan kujawab ” Cium sayang untuk Bobo dan papanya, jangan lama-lama ya, ditungguin Upik nih, mau diajak main katanya.”

Begitulah kisah kenakalan kami, bersama tiga anggota keluarga baru kami, Upik, Bobo dan Bebe🙂

3 Responses

  1. pertamax…..xixixixi

  2. aku udah tau dong , karena aku langanan majalah bobo .

  3. kisahnya seru banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: